Postingan populer dari blog ini
Suara imIbu untuk Melaikat Kecilnya
Membiarkan-Nya Gugur
Kebahagiaan ku mungkin tak sempurna, sebab jejak kesedihan telah terencana. sudah, mungkin ini akan menjadi bencana sebab kisah yang terjalan tak bijaksana Aku membiarkanya gugur, Sebab semua lalai bahkan tak terukur. engkau mengajak ku untuk akur, padahal niatmu tak lagi jujur. kini harap sudah terkubur waktu, janji yang dulu dalam kata satu kini tak lagi akan menyatu petanda kisah tak memberi restu. hilang, semua berakhir tanpa kata. apakah kita harus memberi air mata? agar kisah kita terlihat nyata? yang sebenarnya utuh dalam derita, sungguh, janjimu hanya sebatas lelucon. menganggapku hanya sebagai penonton. sungguh engkau hebat dalam berlakon, menjadihkan kisah kita seperti sinetron. aku tertawa, sebab engkau tak lebih dari pecundang. dari bibir, manis mengucapkan "aku akan berjuang" untuk kita yang pantang untuk pulang tapi nyatanya itu hanya sebuah bomerang. sudahlah, silakan pergi! jangan terlihat seperti gerogi padahal hati licik bergerigi Sebab setiap katamu mu han...
Komentar
Posting Komentar