RINDU MENAMPARKU
Lima tahun telah berlalu
Rindu kampung halaman begitu menderu
Menusuk sampai
kebayang kalbu
Hingga ingin rasanya memarahi waktu
Inginku memberi air mata
Tapi untuk apa?
Inginku juga berbagi luka lara
Tapi kepada siapa?
Ini tentang kisah masa kecil yang kian berkecamuk
Kisah panjang yang sedikit tergores menjadi sajak
Hingga aku terdiam menggenangnya sejenak
Agar sepi sedikit terobati yang kini kian galak
Saat angin malam menusuk
pori
Aku terdiam sepi sendiri
Menangis hingga semuanya tak lagi berseri,
Hati terluka akankah seperti tertusuk duri?
Bintang sampaikan, malam ini kuingin nikmati secangkir
kopi
Bersama keluarga bercanda di samping tungku api
Tak peduli bara panas kian bergetar
Sebab ubi bakar dan canda sebagai penawar
Ah, rindu ini
menamparku hingga aku terhempas
Otaku nanar hingga batin meronta panas
Semuanya seperti telah terggilas
Kini rinduku tak akan lagi bisa terbius
#Ruteng, 07 Maret 2022
Komentar
Posting Komentar