Yuliana Dan Theodorus
Yuliana Dan Theodorus
Di depan rumah biru saat itu,ku umpamakan kita duduk berdua di tepi pantai.
duduk di kursi kayu dengan senja sebagai penghumor suasana.
di tengah perbincangan, tiba-tiba kau bertanya.
katamu saat itu'' apakah segalah sesuatu harus ada jawaban?..
aku tersenyumm....mungkin jawabku, tapi bagaimana menurutmu, kembali ku bertanya saat itu..
dia kembali berbalas dengan senyum,,menurutku tidak, jawabnya seperti ada sesuatu disana.
kenapa demikian? jawabku bertanya.
hmmm, kau duduk dengaku saat ini, jika ku tawarkan senja apakah engkau mau?
iya, tentu saja, senja itu indah, cantik siapa saja pasti akan mau jika di tawarkan senja..jawabku dengan semangatnya
sekarang, jika ku tawarkan padamu setangkai mawar, apakah engkau mau?
iya tentu saja, mawar itu harum, siapa saja pasti akan tertarik padanya.
hheee(dia tersenyum)
lalu, bagaimana jika aku tawarkan, kalau nanti diriku akan pergi meninggalkanmu dan berjalan dengan yang lain??
Aku terdiam, pikiran ku seperti hamparan pasir gurun, luas tapi kering tak berpenghuni.
apa ini? aku bertanya..
hheeeee( dia tertawa kecil) sudah, kau tak menjawab satu dari tiga pertanyaanku
ketahuilah, memang ini tak harus diberi jawaban. karena bila jawabanmu ada,
cerita kita usai disini jika engkau menjawab iya.. dan jika engkau menjawab tidak, cerita kita akan menjadi hambar karena tak akan ada kisah panjang yang akan diceritakan kembali kepada anak cucu kita. karena menurutku masih ada begitu banyak hal yang akan terjadi setelah ini, nanti atau kapan jawaban ku akan terjawab, biarkan waktu yang berbisik padaku, jadi saat ini biarkan kita berdua saja yang akan menjadi pemeran dalam dongeng percintaan ini.
hmmmm( aku tersenyum) jadi, maksudmu segala sesuatu tak harus ada jawaban? aku bertanya
iya''. katanya
aku menghela nafas panjang, sebagai tanda anggaplah saja aku sudah sepikiran denganya.
Kenanglah hari ini, sampai kapan pun kau mau.
Katakan, jika nantinya engkau lelah,
aku bertanya "lelah?? aku tak mengerti maksudmu"
apakah aku harus menjawabnya, kembali bertanya padaku
yahh itu terserahmu,, jawabku
hmmm, akan kujawab katanya
tapi, apakah kau betul-betul tak mengerti...
iya, jawabku
tak mengerti atau hanya ingin menjebak ku
maksudmu?" Jawab ku
kau kembali bertanya". balasnya kembali
sudah...sudahh...kataku
anggaplah lah itu nanti, lanjut ku
maksudmu?,, dia bertanya padaku
aku tersenyum... apakah aku harus menjawabnya,,
hheeeee, dia kembali tersenyum..
kau menjebak ku, jawabnya..
aku mengenggam erat tanganya, sepertinya aku tak suka kata lelah,, kataku sat itu
harapku kau juga begitu...
harapan,...kau tau itu tidak pasti, saat ini kau tak menyukai hal itu,
tapi tak tau nantinya, Sudah ku katakan padamu biarkan itu menjadi suara waktu.
bahagia kita hari ini, apa yang menjadi milik kita. katanya padaku....
heyy.. sudah malam rupanya,, kini senjaku pergi kataku...
senjamu pergi, katanya padaku
kesinilah lebih dekat dengaku, akan ku ceritakan tentang senjamu yang pergi
Aku mendekat, bahunya ku jadikan sandaran ternyaman saat itu.
Dia bertanya, apa yang kau belajar dari senjamu yang pergi tanpa pamit,,
entahh,.. jawabku
apa?, jawabku kembali bertanya
Dari senja mu yang telah pergi, akan mengajarkanmu dan juga aku arti dari sebuah kata rela. senja juga memberi arti bahwa hidup tak selamanya bersinar, artinya kegelapan juga akan ada disana. jelasnya padaku
tapi, aku tak menginginkan hal itu terjadi pada kita, jawabku..
yuliana..kau salah..
lalu bagaimana dengan pertanyaanku tadi, jika seandainya ku tawarkan senja padamu
lalu kau jawab dengan lantang, bahwa kau tak akan menolaknya...
tapi, aku mau senja karena indahnya saja, jawabku
lalu, kegelapan yang datang setelah senja?, kau tak mau?
tentu saja tidak, jawabku...
baiklah..begini saja supaya kau mengerti, ku umpamakan aku menjadi senja, anggaplah saja indahnya senja menjadi hal yang terlihat, sama seperti aku di hadapanmu segala hal yang pernah ku punya yang membuatmu bahagia, tapi kegelapan yang hadir setelah senja menjadi hal yang tak menarik, anggaplah saja itu menjadi kekurangan ku, apakah dengan itu kau akan meninggalku??
aku menangis, bukan itu maksudku, jawabku berbisik padanya
lalu dia memeluku, ku katakan padamu, jangan pernah engkau menyukai sesuatu karena indahnya saja, tapi lihatlah setelah itu yang akan memberi mu pengajaran yang paling besar, katanya padaku.
sudahlah, aku tak ingin membahas itu lagi, aku ingin kita bahagia dari cerita kita sampai waktu yang akan berbisik.
aku mencintaimu dari indahnya senja dan kegelapan setelah itu.Theodorus,
yuliana dan theodorus
Karya Yuliana Ndahong.

Komentar
Posting Komentar