ESSAY_ MADING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS




        MADING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
                                                              ynda40216@gmail.com

Pendahuluan
            Majalah Dinding ( Mading) adalah salah satu bentuk dari majalah sekolah. Mading sudah menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan pendidikan, baik itu sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas bahkan sampai perguruan tinggaai, namun tak disangkah bahwa sebennarnya mading dapat menjadi salah satu media belajar khususnya di sekolah menengah atas. Mading mampu menjadi media belajar dimana mading membantu pengembangan komunikasi antar peserta didik maupun peserta didik dengan pihak sekolah/ penyelenggara.
            Selain itu mading juga menjadi sala satu cara dalam membangun minat dan keterampilan siswa dalam menulis. Kreativitas dan ekspresi siswa dapat diakomodasi didalamnya. Media ini bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi suatu bentuk yang mampu memberi pengaruh yang sangat besar di sekolah menengah atas, Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan secara singkat mengenai majalah dinding yang berfungsi sebagai media pembelajaran di sekolah menengah atas tentang bagaimana pelaksanaan serta fungsinya dalam konteks pembelajaran.
Isi/ Pembahasan
            Majalah dinding berfungsi bukan sekedar sebagai media komunikasi antar siswa dengan siswa, siswa dengan sekolah/ penyelengara. Mading memiliki fungsi sebagai salah satu media pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan menulis. Minat dan kegemaran menulis bisa dimulai dan dikembangkan melalui mading. Fungsi ini bisa maksimal ketika mading dapat dikelolah secara serius. Serius artinya pihak sekolah harus memberi pendampingan kepada para siswanya. Pendampingan yang dilakukan pun dapat dilakukan oleh guru bahasa atau guru yang berminat pada bidang jurnalistik karena mading ini terkait dengan kegiatan tulis-menulis dan publikasi. Sekolah pun bisa menggunakan jasa tenaga dari luar yang memang bisa dan mau focus menghandle mading.
            Mading yang dibuat oleh siswa disekolah secara tidak lansung, mereka juga belajar dalam menyusun program kerja, artinya pada saat siswa membuat mading otomatis mereka sama saja membuat rencana kerja yang meliputi penetapan tema dan periodesasi terbit. Tema harus menarik yang sesuai dengan usia anak pada sekolah menengah atas, dengan menetukan tema yang menarik. Dalam hal ini mereka belajar untuk mampu menemukan ide dan mengembangkan kreativitas mereka, sehingga potensi diri mereka pun dapat berkembang dengan cepat. Misalnya saja dalam penentuan tema dapat disesuaikan dengan kelender pendidikan, seperti dibulan Januari dapat dibuat dengan teme Happy New Year, bulan Februari dengan teman valentine, dan seterusnya. Dengan demikian mading dapat menjadi tempat bagi siswa untuk belajar dalam menyusun program kerja.
            Majalah dinding pada prosesnya tidak hanya menjadi tempat belajar menulis tetapi juga berorganisasi yang baik bagi para siswa. Didalam tim mading para siswa akan belajar membuat program kerja, disiplin waktu karena time schedule, kerjasama dan bagaimana menghargai orang lain. Begitu banyak nilai-nilai yang direfleksikan dan dihidupi di dalam pengembangan mading. Dengan demikian mading mampu memberi pengajaran yang efektif untuk pendidikan karakter. Mading yang dikelolah secara serius juga akan memberi nilai yang promotiv bagi sekolah. Kreasi dan prestasi para siswa dapat ditampilkan pada majalah dinding, hal ini dapat menjadi promosi yang efektif kepada masyarakat. Kebutuhan penghargaan dapat terpenuhi dimana majalah dinding memberi keluasan kepada para siswa untuk memenuhi kebutuhan akan penghargaan. Misalnya, tulisan dan karya siswa yang dipublikasikan di mading akan memberi penghargaan tersendiri bagi sekolah.

Kesimpulan
            Dengan demikian dapat dilihat bahwa majalah dinding sangatlah berperan penting dalam proses pengembangan belajar di sekolah. Majalah dinding yang dirancang secara sederhana tapi menarik mampu meberikan peran yang luar biasa sebagai salah satu media belajar khusunya di sekolah menengah atas. Mading yang dikatakan sederhana dalam perencanaanya di karenakan mading bukalah majalah profesional yang mengeluarkan dana yang besar namun sederhana dalam arti, peralatan dan sarana yang diperlukan sangat sederhana bahkan menggunakan barang bekas yang di daur ulang, jadi majalah dinding meberikan peran yang bermanfaat dalam pengembangan pola pikir pada siswa, sehingga dengan sendirinya juga sekolah mampu menjadikan mading sebagai salah satu media belajar untuk mengembangkan pola pikir serta pengembangan lingkungan sekolah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR FONEM DALAM BAHASA MANGGARAI_OLEH YULIANA NDAHONG

Sajak Untuk Para Pembunuh