IBU

Ibu boleh saja mengeluh padaku, jika ibu memang ingin mengeluh. Aku paham ibu juga manusia, kadang lelah dan jenuh. Aku sering lupa diri. Terlalu banyak mau dan tidak memikirkanmu. Aku tahu, seandainya aku yang menjadi dirimu, aku belum tentu setangguh engkau. Perempuan yang tetap berusaha menyelesaikan semua butuh kami, dan sering mengabaikan keinginanmu dalam hati. Tetaplah jadi ibu kami yang sehat. Jika kau sedang lelah, utarakan sajalah. Aku tahu, aku terlalu banyak meminta namun sering lupa memberi padamu.

Ibu, atas rasa sayangmu aku bisa bertahan sampai titik ini. Meski langkah-langkah telah membawamu pergi entah kemana. Semoga suatu waktu kita dipertemukan lagi dalam tempat yang sama. Saling mencintai lagi, meski kutahu cintaku padamu tak akan lebih besar dari yang kau punya padaku. Kau selalu menang dalam hal mencintaiku. Bahkan saat tubuhmu mulai lapuk dimakan bumi. Saat tulang belulangmu menyatu kembali. Kau tetaplah pemenang sejati. Kasih dan sayangmu tiada banding.
Ibu, bahagialah di sana. Di raut wajahmu yang membekas samar di kepalaku. Di lembut suaramu yang terdengar jauh di telingaku. Namun kasih dan sayangmu masih saja dekat, masih saja hangat. Meski tak terhitung jarak memisahkan tubuh kita. Ukuran waktu bahkan tak lagi bisa kita eja. Namun, sungguh kasih sayangmulah yang paling utuh. Terima kasih, lagi, kesekian kali. Sebab, hal itu yang masih bisa kuberi.
         
#BoyCandra

Komentar

Postingan populer dari blog ini