DIA (ll)




DIA


Dia yang kupandang dari kejauhan.
Dari jendela kaca itu ku hanya dapat memmandang tampa harus menyapa.
Mungkin ini  terlalu sulit,
ku harap ku punya jeda untuk menyapanya sedikit saja,
DIa........
Ku ingin mengenalmu lewat nyata,
ku tak ingin semua ini hanya sebatas hayalan yang hanya membuat ku terpuruk dalam diam.
Ku mohon singga iah sidikit, menyapa hati yang sudah lama menunggu engkau datang.
Hari itu,dari sudut ruangan yang sunyi,terselip begitu banyak rindu di hati ini.
Yeah.penantian ini hanya berujung tragis,kau tak kunjung datang hari itu.
Kemana kah dia,ku bertanya pada  angin,debu yang diam tak bersuara.
Hariku rapuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR FONEM DALAM BAHASA MANGGARAI_OLEH YULIANA NDAHONG

Sajak Untuk Para Pembunuh